Kebakaran Besar Landa Sebuah Rumah Di Kapuk Raya

Kebakaran Besar Landa Sebuah Rumah Di Kapuk Raya

Kebakaran Besar melanda sebuah rumah di kawasan padat penduduk Jalan Kapuk Raya, Gang Melati, Jakarta Barat, pada Sabtu dini hari (7 Juni 2025) sekitar pukul 02.15 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar, melahap seluruh bagian rumah dua lantai tersebut dan mengejutkan warga sekitar yang tengah tertidur pulas. Banyak warga yang panik dan berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Menurut penuturan saksi mata, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah yang berada di lantai bawah. Api dengan cepat menyambar bahan-bahan mudah terbakar di dalam rumah, termasuk perabotan kayu dan bahan plastik. Dalam waktu kurang dari 15 menit, api sudah menjalar ke lantai atas dan menjulang tinggi ke udara, menimbulkan asap tebal yang bisa terlihat dari radius ratusan meter.

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat tiba di lokasi sekitar pukul 02.35 WIB. Mereka mengerahkan total 8 unit mobil pemadam dari sektor Cengkareng, Kalideres, dan Tambora. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena akses menuju lokasi sempit dan banyak kendaraan warga yang terparkir sembarangan, sehingga memperlambat laju mobil pemadam. Selain itu, tekanan air juga sempat melemah, membuat petugas harus menyambung selang dari hydrant yang berjarak cukup jauh.

Kebakaran Besar dengan upaya pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam, dan api akhirnya berhasil di kendalikan sepenuhnya pada pukul 04.15 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Rumah yang terbakar mengalami kerusakan parah dan hampir seluruh bagian bangunannya rata dengan tanah. Beberapa rumah di sekitarnya juga mengalami kerusakan ringan akibat terkena percikan api dan panas ekstrem.

Satu Keluarga Terjebak, Tiga Orang Meninggal Dunia Dari

Satu Keluarga Terjebak, Tiga Orang Meninggal Dunia Dari , tetapi juga mengakibatkan korban jiwa. Satu keluarga yang tinggal di rumah tersebut menjadi korban utama. Lima orang anggota keluarga di ketahui berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Sayangnya, tiga orang di temukan tewas karena tidak sempat menyelamatkan diri dari kepungan api dan asap tebal.

Korban meninggal dunia adalah pasangan suami istri, Ahmad Fauzi (45) dan Rina Suryani (42), serta anak perempuan mereka, Putri (12). Ketiganya di temukan oleh petugas pemadam dalam kondisi tak bernyawa di lantai dua rumah. Posisi jenazah mereka menunjukkan bahwa mereka sempat berusaha mencari jalan keluar, namun terhalang asap tebal dan suhu tinggi yang membuat mereka kehabisan oksigen.

Dua anak lainnya, Rehan (16) dan Dinda (10), berhasil selamat setelah di evakuasi oleh petugas pemadam melalui jendela lantai atas menggunakan tangga darurat. Mereka langsung di larikan ke RSUD Cengkareng untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka bakar ringan dan gangguan pernapasan akibat asap.

“Korban di temukan dalam keadaan berpelukan, kemungkinan besar mereka ketakutan dan mencoba bertahan bersama. Ini tragedi yang sangat menyedihkan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ujar Slamet dari Gulkarmat. Pihak kepolisian telah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan autopsi.

Sementara itu, warga sekitar tampak terpukul dengan kejadian ini. Banyak tetangga yang meneteskan air mata saat jenazah di bawa ke mobil ambulans. Ketua RT setempat, Andi Maulana, menyampaikan bahwa keluarga tersebut dikenal sebagai warga yang baik dan ramah, serta aktif dalam kegiatan lingkungan.

“Mereka tidak pernah punya masalah dengan warga. Kami sangat kehilangan. Kami akan bantu semampunya untuk pengurusan jenazah dan membantu dua anak yang selamat agar bisa pulih secara fisik dan mental,” ungkap Andi.

Penyebab Kebakaran Besar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Penyebab Kebakaran Besar Diduga Akibat Korsleting Listrik, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh tim Labfor Polda Metro Jaya. Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari peralatan elektronik di dapur rumah. Hal ini diperkuat oleh keterangan saksi dan kondisi instalasi listrik rumah yang tampak usang dan tidak terawat.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Endang S., mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk analisa lebih lanjut. Ia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kasus kebakaran akibat korsleting listrik mengalami peningkatan di kawasan permukiman padat penduduk.

“Kami minta warga lebih waspada dan memeriksa instalasi listrik secara berkala. Jangan gunakan peralatan elektronik berdaya tinggi secara bersamaan, apalagi jika kabel sudah tua dan rapuh. Ini bisa membahayakan seluruh anggota keluarga,” ujar Endang.

Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta juga menyatakan bahwa hampir 60 persen kasus kebakaran di wilayah Jakarta dalam satu tahun terakhir di sebabkan oleh korsleting listrik. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya listrik dan pentingnya pemasangan instalasi yang sesuai standar SNI.

Dalam kasus ini, PLN Jakarta Barat juga telah melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa tidak ada gangguan pada jaringan utama. Namun, pihak PLN akan mendalami lebih lanjut kondisi instalasi listrik rumah korban dan menyiapkan laporan resmi untuk kepolisian.

Warga Trauma Dan Serukan Pemerintah Perkuat Keamanan Lingkungan

Warga Trauma Dan Serukan Pemerintah Perkuat Keamanan Lingkungan, terutama yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Banyak warga yang memilih berjaga semalaman karena takut kejadian serupa terulang. Beberapa keluarga bahkan memilih untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka terdampak panas dan asap.

Ketua RW setempat, Lilis Suryati, mengatakan bahwa wilayah Kapuk Raya memang rawan kebakaran karena padat penduduk, banyak bangunan semi permanen, dan instalasi listrik yang tidak standar. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah preventif, seperti inspeksi instalasi listrik massal dan pelatihan penanggulangan kebakaran untuk warga.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan pelatihan pemadaman api ringan dan penyediaan APAR (alat pemadam api ringan) di tiap gang, tapi belum terealisasi. Harusnya setelah kejadian ini, pemerintah lebih serius,” kata Lilis.

Camat Cengkareng, Budi Prasetyo, meninjau langsung lokasi kebakaran dan menjanjikan akan segera menyalurkan. Bantuan logistik, renovasi rumah warga terdampak, serta pendampingan psikologis bagi korban selamat dan warga sekitar. Ia juga meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan PLN, damkar, dan dinas sosial agar penanganan pasca-bencana bisa di lakukan secepat mungkin.

“Kami akan evaluasi sistem keamanan lingkungan dan menyiapkan rencana darurat kebencanaan di wilayah-wilayah rawan. Kejadian ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Sementara itu, bantuan dari masyarakat mulai mengalir. Lembaga kemanusiaan, komunitas relawan, dan warga. Dari luar kawasan Kapuk juga turut menggalang dana untuk membantu dua anak korban selamat yang kini menjadi yatim piatu. Tagar #PrayForKapuk sempat menjadi trending di media sosial, dengan banyak netizen mengirimkan doa dan dukungan moral.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa keselamatan warga di kawasan padat penduduk harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, masyarakat, dan institusi terkait di harapkan bisa bersinergi menciptakan lingkungan. Yang lebih aman, tanggap bencana, dan ramah bagi seluruh penghuninya dari Kebakaran Besar.