
Raksasa Frozen Food Luncurkan Puluhan Menu Baru
Raksasa Frozen Food dalam industri makanan beku atau frozen food, PT Global Taste Nusantara, baru-baru ini meluncurkan lebih dari 40 varian menu baru untuk menjawab permintaan konsumen yang terus berkembang. Langkah ini di nilai sebagai bagian dari strategi ekspansi produk yang agresif, sekaligus adaptasi terhadap tren konsumsi modern yang mengedepankan kepraktisan, gizi seimbang, dan keberagaman cita rasa.
Menurut CEO Global Taste, Fadli Gunawan, peluncuran puluhan menu baru ini merupakan hasil riset pasar selama dua tahun terakhir. “Kami mempelajari pola makan konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja urban, ibu rumah tangga, hingga lansia. Kesimpulan kami: konsumen Indonesia tidak hanya mencari makanan praktis, tetapi juga ingin menu yang sehat, enak, dan kaya variasi,” ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/6).
Menu baru yang di perkenalkan mencakup berbagai kategori seperti makanan Asia, Barat, Timur Tengah, hingga varian khas Nusantara. Di antaranya adalah nasi kebuli ayam, pasta carbonara, kari Jepang, siomay udang, rendang daging, serta ayam sambal matah. Semua produk sudah melalui uji rasa dan pengemasan ulang untuk memastikan kualitas tetap terjaga dalam distribusi beku.
Perusahaan juga menyasar tren plant-based dengan merilis lima varian berbasis nabati, seperti burger kedelai, bakso jamur, nugget sayur, dan lasagna vegan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Global Taste dalam menjangkau segmen pasar yang lebih sadar lingkungan dan kesehatan.
Raksasa Frozen Food, Fadli menegaskan bahwa pihaknya juga menggandeng mitra UMKM lokal untuk memasok bahan baku. “Dengan menggandeng petani dan produsen kecil dari daerah, kami tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendorong roda ekonomi di tingkat akar rumput,” jelasnya. Strategi ini membuat produk mereka tidak hanya bernilai bisnis, tapi juga sosial.
Menu Baru, Teknologi Baru: Inovasi Dalam Proses Produksi Dan Pengemasan
Menu Baru, Teknologi Baru: Inovasi Dalam Proses Produksi Dan Pengemasan tidak hanya sebatas memperkenalkan rasa atau varian berbeda. Di balik layar, perusahaan telah mengadopsi teknologi baru dalam proses produksi dan pengemasan agar makanan beku tersebut tetap berkualitas tinggi saat sampai ke tangan konsumen.
Teknologi utama yang di gunakan adalah sistem IQF (Individually Quick Frozen), yaitu metode pembekuan cepat satuan yang menjaga tekstur, rasa, dan nutrisi bahan makanan. Dengan IQF, produk seperti sayuran, daging, dan olahan siap saji tidak saling menempel saat di bekukan, dan bisa di panaskan dengan tetap mempertahankan kualitas aslinya. Teknologi ini telah banyak di gunakan oleh produsen global dan kini menjadi standar baru di pabrik-pabrik Global Taste.
Selain itu, mereka juga memperbarui sistem pengemasan dengan teknologi MAP (Modified Atmosphere Packaging), di mana udara dalam kemasan di ganti dengan campuran gas tertentu untuk memperlambat pertumbuhan mikroba. Hasilnya, masa simpan produk lebih panjang tanpa harus menambahkan bahan pengawet kimia yang berlebihan.
Dari sisi distribusi, perusahaan menerapkan sistem cold chain terintegrasi dari gudang pusat hingga gerai ritel. Setiap kendaraan pengantar di lengkapi dengan sensor suhu real-time yang bisa di pantau melalui sistem berbasis cloud. Hal ini menjamin suhu optimal tetap terjaga selama pengiriman, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Menurut CTO Global Taste, Yohana Chandra, teknologi menjadi kunci untuk menjawab tantangan industri makanan modern. “Tidak cukup hanya dengan menawarkan rasa enak. Produk kami harus aman, bernutrisi, dan tahan lama. Oleh karena itu, kami terus investasi pada peralatan produksi, laboratorium uji kualitas, serta sistem digitalisasi untuk pengawasan mutu,” ujarnya.
Dengan inovasi teknologi yang terus di kembangkan, perusahaan berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun ekspor. Sejauh ini, Global Taste sudah mengekspor produknya ke 7 negara di Asia dan Timur Tengah, dan mereka menargetkan bisa memasuki pasar Eropa mulai tahun depan.
Respon Positif Konsumen: Varian Lokal Paling Diminati Dari Raksasa Frozen Food
Respon Positif Konsumen: Varian Lokal Paling Diminati Dari Raksasa Frozen Food meluncurkan puluhan menu baru mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, khususnya konsumen loyal mereka. Dalam uji pasar yang di gelar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, sejumlah varian lokal seperti ayam rica-rica, rendang daging, dan nasi uduk menjadi produk paling banyak di pesan.
Salah satu konsumen, Rini Kusumawati (34), ibu dua anak di Jakarta, mengaku senang dengan adanya menu baru. “Biasanya saya beli frozen food hanya untuk lauk darurat. Tapi sekarang, pilihannya lengkap seperti makanan restoran. Rasanya juga enak dan praktis, tinggal panaskan lima menit, anak-anak suka semua,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan lokal yang di lakukan perusahaan. Global Taste bekerja sama dengan chef daerah dan ahli kuliner tradisional untuk meracik resep-resep autentik. Bumbu khas Indonesia yang kompleks, seperti rempah-rempah dari Sumatera Barat, Sulawesi, dan Kalimantan, di olah menggunakan metode modern agar tetap terjaga keasliannya tanpa perlu pengawet berlebihan.
Bahkan untuk varian nasi goreng kambing, perusahaan mendatangkan daging dari peternak bersertifikasi halal dan menyesuaikan metode pengolahannya agar sesuai dengan preferensi cita rasa lokal, termasuk tingkat kepedasan dan jenis minyak yang di gunakan. Hasilnya, produk tersebut menjadi salah satu terlaris dalam penjualan daring dua minggu terakhir.
Menurut data internal yang di rilis oleh tim pemasaran Global Taste, penjualan varian lokal tumbuh 27% sejak peluncuran produk baru. Sementara varian internasional seperti pasta dan lasagna menyumbang 15% dari total penjualan. Ini membuktikan bahwa meski masyarakat terbuka terhadap makanan global, selera lokal tetap menjadi kekuatan utama.
Tidak hanya keluarga, konsumen dari segmen pekerja urban juga menjadi pasar penting. Makanan beku di anggap sebagai solusi hemat waktu tanpa mengorbankan kualitas makanan. Oleh karena itu, Global Taste kini fokus pada pengembangan “meal kit” yang terdiri dari paket makan lengkap siap saji dengan kalori terkontrol.
Rencana Ekspansi Dan Target Pasar Baru: Merambah Ekspor Dan Segmen Premium
Rencana Ekspansi Dan Target Pasar Baru: Merambah Ekspor Dan Segmen Premium, PT Global Taste Nusantara tidak berhenti berinovasi. Perusahaan kini menyusun strategi ekspansi skala besar ke pasar internasional dan segmen premium domestik. Dalam wawancara dengan media, Direktur Pemasaran Internasional, Kevin Adrianto, menyebutkan bahwa perusahaan sedang menjajaki peluang ekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Australia.
“Negara-negara tersebut memiliki komunitas diaspora Indonesia yang besar dan rindu cita rasa Nusantara. Kami juga melihat tren meningkatnya konsumsi makanan etnik di sana. Dengan standarisasi kualitas dan sertifikasi halal, kami optimis produk kami bisa di terima,” ujarnya.
Di dalam negeri, Global Taste mulai menyasar segmen premium dengan menghadirkan seri “Signature Series”. Ini merupakan lini produk khusus dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, seperti daging wagyu lokal, udang laut segar, hingga saus buatan tangan. Target utamanya adalah kalangan profesional muda dan keluarga urban. Yang menghargai kualitas dan cita rasa otentik, meski dengan harga sedikit lebih tinggi.
Selain itu, perusahaan juga menggandeng hotel, restoran, dan katering (HOREKA) untuk memperluas saluran distribusi. Mereka menyediakan produk dalam kemasan besar khusus untuk mitra bisnis. Langkah ini dinilai efektif karena permintaan akan makanan beku berkualitas tinggi di sektor perhotelan meningkat pasca-pandemi.
Dari sisi promosi, Global Taste menggandeng food influencer, menggelar demo masak. Di pusat perbelanjaan, serta memberikan diskon bundling untuk pelanggan baru. Strategi digital marketing berbasis video pendek dan ulasan kuliner juga digencarkan lewat platform TikTok dan Instagram.
Dengan semua upaya ini, Global Taste menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35% pada akhir tahun 2025. “Kami percaya bahwa inovasi produk, teknologi produksi, dan pendekatan konsumen berbasis lokal adalah kunci. Untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar,” tutup Kevin Adrianto dengan Raksasa Frozen Food.