
Liverpool Pertimbangkan Xabi Alonso, Nasib Slot di Ujung Tanduk
Liverpool Sedang Membicarakan Nasib Manajer Arne Slot Di Liverpool Di Jagat Sepak Bola Menjelang Akhir Januari 2026. Situasi klub yang mengalami tren negatif di Premier League membuat nama Xabi Alonso kembali muncul sebagai calon pengganti Slot, seiring intensnya kabar Liverpool melakukan pendekatan awal kepada pelatih asal Spanyol tersebut.
Slot, pelatih asal Belanda, masih berada di kursi kepelatihan Liverpool saat ini. Ia sempat mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa klub meraih gelar Liga Primer Inggris di musim debutnya. Kendati demikian, performa The Reds musim ini mengalami penurunan tajam, terutama di kompetisi domestik, di mana mereka gagal meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir.
Tekanan kepada Slot mencapai puncaknya setelah kekalahan Liverpool 2-3 dari Bournemouth di Vitality Stadium. Yang menambah catatan buruk Liverpool di liga. Hasil tersebut memperburuk posisi The Reds di klasemen, sementara target klub untuk terus bersaing di level tertinggi domestik dan Eropa tetap tinggi.
Rumor Xabi Alonso: Kontak Awal Liverpool
Kabar terbaru yang beredar mengatakan bahwa Liverpool telah melakukan kontak awal dengan agen Xabi Alonso untuk menilai minat dan kemungkinan kerja sama di masa depan. Laporan editorial menyebutkan bahwa respons awal dari kubu Alonso di nilai positif oleh manajemen The Reds. Meskipun belum ada kesepakatan resmi ataupun kontrak yang di sepakati saat ini.
Alonso sendiri kini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Real Madrid pada awal Januari 2026. Beberapa waktu setelah hanya beberapa bulan menangani raksasa Spanyol tersebut. Status ini membuat namanya kembali mencuat di bursa pelatih. Terutama mengingat kedekatannya dengan Liverpool klub yang pernah ia bela sebagai pemain legendaris pada pertengahan 2000-an.
Mantan gelandang The Reds itu semasa bermain memang memiliki hubungan emosional yang kuat dengan pendukung, termasuk mengantarkan klub meraih Liga Champions 2005 di Istanbul yang legendaris. Ikatan ini di pandang sebagai faktor yang memungkinkan ia tertarik kembali ke Anfield sebagai pelatih suatu hari nanti.
Slot Masih Tetap di Kursi, Tetapi Tekanan Terus Meningkat
Meski rumor mengenai Alonso kian kuat, Liverpool belum mengambil langkah drastis untuk memecat Slot di tengah musim ini. Menurut sejumlah laporan media, manajemen klub masih memberikan kepercayaan kepada Slot untuk menyelesaikan musim 2025/26. Mengingat pergantian pelatih di tengah kompetisi bisa membawa dampak negatif terhadap stabilitas tim.
Slot sendiri bersikap santai merespons rumor tersebut saat di konfirmasi media. Ia menyebut pertanyaan soal masa depan sebagai hal aneh dan menegaskan bahwa dirinya masih menikmati pekerjaannya di Liverpool. Klopp musim lalu membawa The Reds juara liga, tetapi musim ini berjalan lebih sulit.
Kapten klub, Virgil van Dijk, pun pernah menanggapi isu itu dengan menilai pertanyaan wartawan sebagai disrespectful (“tidak sopan”). Sekaligus menekankan dukungan kepada pelatih mereka di tengah masa sulit.
Apa yang Membuat Alonso Menjadi Target?
Nama Xabi Alonso tidak muncul secara kebetulan. Setelah sempat sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga. Termasuk performa impresif tanpa terkalahkan dalam satu musim — reputasinya sebagai manajer semakin meningkat di Eropa. Hal ini membuat banyak klub besar, termasuk Liverpool, memandangnya sebagai calon manajer yang dapat membawa identitas permainan modern dan pengalaman kontinental.
Selain itu, keakrabannya dengan budaya klub dan pengetahuan tentang tekanan besar yang datang dari fans juga menjadi nilai tambah yang menarik bagi jajaran manajemen Liverpool. Banyak suporter bahkan secara pribadi mengutarakan bahwa kembalinya Alonso akan menjadi momen emosional dan strategis bagi klub untuk keluar dari periode tak menentu ini.
Pilihan dan Dampaknya
Sejauh ini belum ada keputusan final dari Liverpool. Slot tetap menjabat sebagai manajer saat ini, tetapi keberlanjutan posisinya akan sangat bergantung pada hasil sisa musim ini. Jika The Reds mampu bangkit termasuk di kompetisi Premier League dan Liga Champions. Manajemen bisa saja mempertahankan pelatih Belanda tersebut. Sebaliknya, jika performa terus mengecewakan, pendekatan kepada Alonso atau kandidat lain bisa di percepat.