BeritaMedia24

Hormon Testosteron Menurun, Ini Risikonya Yang Bisa Terjadi

Hormon Testosteron

Hormon Testosteron Menurun, Ini Risikonya Yang Bisa Terjadi

Hormon Testosteron Memiliki Peran Krusial Baik Pada Pria Maupun Perempuan Dalam Menjaga Fungsi Tubuh Secara Optimal. Menurunnya kadar hormon testosteron — baik karena proses penuaan alami maupun karena kondisi medis tertentu — dapat memicu berbagai risiko kesehatan yang luas dan berlapis.

Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, pakar andrologi dan seksologi, menjelaskan bahwa testosteron bukan hanya berperan dalam fungsi seksual. Tetapi juga dalam menjaga massa otot, kepadatan tulang, energi, dan suasana hati. Ketika kadar hormon ini mulai menurun, tubuh secara bertahap mengalami perubahan signifikan yang tidak boleh di abaikan.

  1. Penurunan Gairah Seksual dan Fungsi Reproduksi

Salah satu dampak paling di kenal dari rendahnya Hormon Testosteron adalah penurunan libido atau gairah seksual. Penurunan hormon ini juga sering di ikuti dengan penurunan frekuensi ereksi spontan, gangguan ereksi. Bahkan penurunan jumlah sperma yang dapat berkontribusi terhadap masalah kesuburan pada pria, terutama yang masih berada di usia subur.

Walaupun tidak setiap kasus disfungsi ereksi di sebabkan oleh kadar testosteron rendah, Hormon Testosteron tetap menjadi salah satu faktor penting dalam kesehatan reproduksi pria.

2. Hormon Testosteron Berperan Penting Dalam Pembentukan Dan Pemeliharaan Massa Otot

Hormorn Testosteron Berperan Penting Dalam Pembentukan Dan Pemeliharaan Massa Otot serta pengaturan distribusi lemak tubuh. Ketika kadar hormon ini menurun, banyak pria dan perempuan mengalami penurunan massa otot dan kekuatan fisik, serta peningkatan lemak tubuh, terutama di area perut.

Selain itu, testosteron juga memengaruhi kepadatan tulang. Penurunan kadar hormon dapat menyebabkan perubahan struktur tulang, sehingga risiko osteoporosis atau tulang rapuh meningkat seiring waktu. Ini bukan hanya fenomena wanita; pria juga bisa mengalami kondisi ini ketika hormon testosteronnya rendah.

  1. Penurunan Energi dan Stamina

Penurunan testosteron seringkali dikaitkan dengan tidak hanya penurunan energi fisik, tetapi juga kelelahan yang terus-menerus tanpa alasan yang jelas. Banyak orang dengan testosteron rendah melaporkan rasa letih berkepanjangan, kurang motivasi, atau stamina yang cepat habis saat melakukan aktivitas harian — gejala yang dapat memengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup secara menyeluruh.

4. Gangguan Emosional dan Kognitif

Testosteron juga berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan fungsi kognitif. Penurunan hormon ini di kaitkan dengan risiko perasaan sedih berkepanjangan, iritabilitas, atau bahkan depresi pada beberapa individu. Kondisi ini dapat mengganggu hubungan interpersonal, kesejahteraan mental, serta kualitas hidup secara umum.

  1. Risiko Jantung dan Kematian Dini

Riset medis terbaru mengaitkan kadar testosteron rendah dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian dari berbagai penyebab. Sebuah analisis skala besar menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron sangat rendah memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami serangan jantung, stroke, atau kematian dini, dibandingkan mereka dengan kadar hormon yang lebih tinggi.

Temuan ini menekankan bahwa penurunan testosteron bukan hanya soal libido atau stamina, tapi bagian dari gambaran kesehatan sistemik yang lebih luas — termasuk kesehatan jantung dan metabolisme secara keseluruhan.

6. Kelemahan Tulang dan Cedera

Selain meningkatkan risiko osteoporosis, rendahnya testosteron dapat memperlambat pembentukan tulang baru dan regenerasi massa tulang, sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan patah bahkan setelah benturan ringan atau jatuh. Ini menjadi perhatian khusus pada pria dan wanita yang memasuki usia paruh baya atau lebih tua.

  1. Ketidakseimbangan Hormonal Lainnya

Testosteron tidak berdiri sendiri dalam sistem endokrin. Ketika kadar hormon ini menurun, keseimbangan dengan hormon lain seperti estrogen (pada perempuan dan pria), hormon tiroid, dan lainnya turut terpengaruh. Hal ini bisa memperparah gejala fisik dan emosional serta memperlambat pemulihan dari kondisi kesehatan lain.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Penurunan testosteron bisa terjadi seiring bertambahnya usia — biasanya mulai dari usia 30 bahkan tanpa gejala jelas namun ketika gejalanya mengganggu kualitas hidup, disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah di fasilitas medis tepercaya.

Exit mobile version