BeritaMedia24

BYD Setop Impor Mobil China, Ada Kewajiban Produksi 92rb Unit

BYD

BYD Setop Impor Mobil China, Ada Kewajiban Produksi 92rb Unit

BYD Memastikan Tidak Lagi Mengimpor Mobil Secara Utuh Atau Completely Built Up (CBU) Dari China Untuk Pasar Indonesia. Keputusan tersebut di ambil setelah fasilitas manufaktur BYD di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi.

Dengan beroperasinya pabrik tersebut, BYD akan mengalihkan pasokan kendaraan untuk pasar Indonesia ke produksi dalam negeri. Meski demikian, sejumlah mobil hasil impor yang masih berada di jaringan diler tetap akan di jual hingga persediaannya habis.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, setelah memiliki fasilitas produksi sendiri, perusahaan berkomitmen menghentikan impor CBU. Peralihan ini sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan komitmen investasi BYD di Indonesia.

BYD Memiliki Kewajiban Produksi 92.000 Mobil

Di balik penghentian impor tersebut terdapat kewajiban produksi yang harus di penuhi BYD. Sebelumnya, pemerintah memberikan kesempatan kepada BYD untuk mengimpor kendaraan listrik hingga 100.000 unit selama dua tahun melalui program insentif.

Dari total kuota tersebut, BYD tidak menggunakan seluruhnya. Setelah di lakukan perhitungan, perusahaan tercatat mengimpor sekitar 92.000 unit mobil listrik selama periode insentif.

Sebagai kompensasi atas fasilitas impor yang di berikan pemerintah, BYD di wajibkan memproduksi kendaraan di Indonesia dengan jumlah yang setara dengan unit yang telah di impor. Artinya, terdapat kewajiban produksi lokal sebanyak sekitar 92.000 unit yang harus di penuhi perusahaan.

Kewajiban tersebut harus di selesaikan secara bertahap dalam periode produksi yang berlangsung hingga 31 Desember 2027.

Pabrik Subang Jadi Andalan

Untuk memenuhi kewajiban tersebut, BYD kini mengandalkan pabrik yang berada di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun ketika beroperasi secara penuh.

Dengan kapasitas tersebut, Perusahaan ini optimistis dapat memenuhi kewajiban produksi 92.000 unit dalam waktu yang telah di tentukan. Perusahaan melihat tren penjualan kendaraan listrik ini di Indonesia terus berkembang sehingga kapasitas produksi lokal di harapkan dapat di manfaatkan secara optimal.

Pabrik tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini fasilitas manufaktur BYD di sebut telah menyerap lebih dari 5.000 pekerja lokal. Jumlah tersebut berpotensi meningkat ketika pabrik beroperasi dengan kapasitas penuh.

Tidak Semua Spesifikasi Boleh Di ubah

Produksi lokal perusahaan ini tidak berarti kendaraan yang di buat di Indonesia dapat mengalami perubahan spesifikasi secara sembarangan. Ada ketentuan teknis yang harus di penuhi dalam rangka menjalankan komitmen produksi tersebut.

Luther menjelaskan, terdapat dua komponen utama yang tidak boleh di ubah, yakni kapasitas baterai dan motor listrik. Dengan demikian, kendaraan yang di produksi secara lokal harus tetap memenuhi persyaratan teknis yang telah di tentukan.

Selain itu, produksi dalam negeri juga berkaitan dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang berlaku di Indonesia.

Bagaimana dengan Mobil Impor yang Masih Ada?

Masyarakat masih mungkin menemukan beberapa mobil BYD impor di diler. Namun, kendaraan tersebut bukan berasal dari pengiriman CBU baru, melainkan merupakan sisa pasokan yang sebelumnya telah di datangkan.

Perusahaan ini menyatakan jumlah stok impor tersebut sudah semakin sedikit dan akan tetap dijual sampai persediaannya habis. Setelah itu, konsumen Indonesia akan mendapatkan unit baru yang berasal dari fasilitas produksi lokal.

Perubahan ini menjadi langkah penting bagi BYD dalam memperkuat keberadaannya di pasar otomotif Indonesia. Dengan produksi lokal, perusahaan tidak lagi hanya berstatus sebagai importir kendaraan listrik, tetapi mulai membangun basis manufaktur di Tanah Air.

Produksi Lokal Jadi Strategi Jangka Panjang

Peralihan dari impor CBU menuju produksi lokal menunjukkan semakin seriusnya Perusahaan ini mengembangkan bisnis kendaraan listrik di Indonesia. Pabrik Subang tidak hanya di tujukan untuk memenuhi kewajiban atas insentif impor, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan melokalkan lebih banyak model. Dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun, fasilitas tersebut memberikan ruang bagi BYD untuk menyesuaikan produksi dengan perkembangan permintaan pasar.

Exit mobile version